Gulat adalah olahraga yang menuntut aksi, kecepatan, dan inisiatif menyerang. Untuk memastikan pertandingan tetap dinamis dan menghibur, aturan ketat diberlakukan untuk Menghindari Stalling—tindakan di mana seorang pegulat sengaja menahan atau menghindari pertarungan untuk mengulur waktu. Menghindari Stalling adalah aspek krusial dari fair play karena stalling pada dasarnya adalah bentuk kecurangan taktis yang merusak integritas kompetisi. Seorang pegulat yang dituduh melakukan stalling akan dikenai serangkaian peringatan dan sanksi yang dapat berujung pada pemberian poin gratis kepada lawan, bahkan diskualifikasi.
Stalling seringkali terjadi ketika seorang pegulat yang memimpin skor memilih untuk tidak melakukan tindakan menyerang, atau ketika pegulat yang tertinggal menghindari kontak dengan sengaja keluar dari batas matras (out of bounds). Dalam Gulat Gaya Bebas, wasit akan meniup peluit dan memberikan peringatan passivity jika seorang pegulat terbukti pasif dan tidak mengambil inisiatif menyerang selama periode waktu tertentu, biasanya sekitar 30 detik tanpa aksi signifikan. Wasit Kepala Gulat Nasional, Bapak R. Simanjuntak, S.H., M.H., dalam briefing wasit di Kejuaraan Nasional pada tahun 2025, menekankan bahwa tugas utama mereka adalah menegakkan aturan passivity dan Menghindari Stalling demi kualitas pertandingan.
Dampak kartu peringatan (sering disebut Passivity Warning) terbagi dalam sistem sanksi yang kumulatif. Peringatan pertama biasanya tidak memberikan poin, hanya berupa teguran keras. Namun, peringatan kedua dan seterusnya akan berimplikasi langsung pada skor:
- Peringatan Kedua: Menghasilkan satu poin untuk lawan.
- Peringatan Ketiga: Menghasilkan dua poin untuk lawan.
- Peringatan Keempat: Berujung pada Diskualifikasi (DQ).
Strategi yang tepat untuk Menghindari Stalling adalah dengan mempertahankan tingkat aktivitas yang tinggi dan menguasai penetration step yang eksplosif. Pelatih Fisik Tim Gulat, Coach Dani Saputra, S.Or., menerapkan latihan Active Engagement Drill setiap hari Rabu sore, di mana atlet diwajibkan memulai kontak dengan lawan dalam waktu maksimal 10 detik setelah wasit memulai aksi. Latihan ini berlangsung selama 40 menit dengan fokus pada kecepatan reaksi dan mempertahankan pusat gravitasi rendah saat bertarung. Dengan berinisiatif menyerang dan menjaga tekanan, pegulat tidak hanya Menghindari Stalling tetapi juga memaksakan lawan mereka membuat kesalahan, mengubah stalling menjadi keuntungan taktis.
