Kejelian membaca arah serangan musuh dan memanfaatkannya untuk melepaskan serangan balasan merupakan tingkatan tertinggi dalam seni bertarung di atas matras. Penerapan counter attack yang sukses membutuhkan ketenangan jiwa, refleks tubuh yang sangat cepat, serta pemahaman mendalam tentang titik keseimbangan lawan. Saat lawan bergerak maju melepaskan cengkeraman bantingan, pegulat tidak boleh panik melainkan harus menggunakan dorongan tenaga musuh untuk menjatuhkannya balik. Pelatih mengasah naluri bertarung pegulat melalui simulasi serangan mendadak yang harus direspons secara otomatis.
Langkah awal dalam merancang serangan balasan adalah melakukan penguncian atau pembendungan awal pada gerakan masuk serangan pertama yang dilancarkan pihak musuh. Pegulat menurunkan posisi titik berat tubuhnya ke matras guna menahan dorongan awal sembari mencari ruang untuk menyusupkan cengkeraman lengan balasan. Eksekusi counter attack yang presisi akan membuat lawan yang sedang bernafsu menyerang justru terjebak dalam perangkap bantingan dan jatuh tertindih di matras. Kecepatan merespons dalam selisih detik menjadi penentu apakah serangan balasan berhasil melepaskan poin penuh.
Variasi gerakan balasan yang sangat populer adalah memutar posisi tubuh atau melompati bantingan panggul yang dilepaskan oleh musuh dari posisi depan. Pegulat memanfaatkan momen ketika kedua kaki lawan terangkat dari matras untuk mendorong panggul musuh ke arah yang berlawanan hingga jatuh telentang. Penguasaan counter attack yang bervariasi akan membuat pegulat lawan merasa sangat ragu-ragu untuk melepaskan serangan pertama karena takut terkena banting balik. Kondisi keraguan musuh ini memberikan keunggulan psikologis yang sangat besar bagi sang pegulat bertahan.
Latihan serangan balasan dilakukan dengan cara melatih skema pertahanan aktif melawan pelbagai bentuk kuncian dan jatuhan yang umum digunakan dalam kejuaraan. Pegulat diajarkan untuk tidak pernah menyerah pada posisi bertahan awal melainkan selalu mencari celah untuk merebut kembali kendali permainan. Evaluasi atas video pertarungan membantu pegulat mengenali pola-pola serangan lawan yang sangat rentan untuk dibalas dengan teknik jatuhan counter. Latihan fisik yang intensif membentuk kecepatan reaksi saraf otot yang dibutuhkan.
Kemampuan mengeksekusi serangan balasan mematikan akan menjadikan seorang pegulat sangat disegani oleh lawan-lawannya di pelbagai gelanggang kompetisi resmi. Taktik bertarung yang cerdas dan efisien ini sering kali menghasilkan kemenangan spektakuler atas pegulat penyerang yang memiliki karakter agresif tinggi. Pengurus daerah terus mendorong para pelatih untuk mengembangkan taktik pertarungan yang adaptif dan modern bagi seluruh atlet binaannya. Kemenangan manis diraih melalui kecerdasan bertakik dan ketahanan fisik yang sempurna.
