Dalam pertarungan, terutama di area ground game, kemampuan untuk menyerang sering kali mendapat sorotan lebih. Namun, bagi para petarung berpengalaman, mereka tahu betul bahwa pertahanan yang solid, terutama dalam hal meloloskan diri dari kuncian lawan, adalah keterampilan yang tidak kalah vital. Oleh karena itu, menguasai teknik escapes atau teknik meloloskan diri adalah kunci untuk bertahan, membalikkan keadaan, dan pada akhirnya memenangkan pertandingan. Teknik ini adalah fondasi yang memungkinkan petarung untuk keluar dari posisi berbahaya tanpa harus menyerah, menjaga energi, dan mencari celah untuk serangan balik.
Salah satu teknik escapes paling fundamental adalah menguasai teknik bridge and escape dari posisi mount atau full mount. Posisi ini adalah salah satu yang paling dominan bagi lawan dan sangat berbahaya bagi petarung yang berada di bawah. Namun, dengan teknik yang tepat, posisi ini dapat dibalikkan. Pada 23 Oktober 2025, sebuah berita dari turnamen bela diri campuran amatir mencatat seorang petarung yang berhasil lolos dari posisi mount yang ketat dan kemudian memenangkan pertandingan. Petarung tersebut mengungkapkan bahwa ia telah berlatih teknik itu selama berjam-jam, sehingga ia dapat melaksanakannya dengan sempurna. Ini menunjukkan bahwa menguasai teknik escapes membutuhkan latihan yang berulang dan dedikasi.
Selain bridge and escape, ada juga teknik shrimping yang sangat penting. Teknik ini memungkinkan petarung untuk menciptakan jarak dan meloloskan diri dari berbagai posisi, seperti side control atau guard pass. Latihan ini melibatkan gerakan mendorong pinggul ke samping dan menarik kaki ke dalam, yang menciptakan ruang untuk manuver. Pada sebuah seminar bela diri yang diadakan pada hari Jumat, 29 Oktober 2025, instruktur demonstrasi, Bapak Agus, menjelaskan bahwa shrimping adalah “ABC” dari ground game, dan setiap pemula harus menguasainya. Hal ini membuktikan bahwa menguasai teknik dasar adalah fondasi dari semua teknik yang lebih maju.
Pentingnya menguasai teknik escapes juga terlihat dalam hal efisiensi energi. Seorang petarung yang tidak tahu cara meloloskan diri dari kuncian lawan akan membuang banyak energi dan akhirnya kelelahan. Di sisi lain, seorang petarung yang menguasai teknik escapes dapat meloloskan diri dengan minimal usaha dan menyimpan energi untuk serangan balik. Laporan dari tim medis yang memantau kejuaraan pergulatan pada 18 November 2025, mencatat bahwa atlet yang memiliki keterampilan escapes yang baik cenderung memiliki detak jantung yang lebih rendah di akhir pertandingan. Ini menunjukkan bahwa menguasai teknik escapes adalah sebuah strategi yang cerdas. Dengan demikian, teknik meloloskan diri bukanlah sekadar pertahanan pasif, tetapi sebuah senjata vital yang akan melindungi Anda dan memungkinkan Anda untuk membalikkan keadaan.
